Selasa, 06 Mei 2014

REMAJA MASJID Mempersiapkan Generasi Penerus bagi Peradaban Islam


REMAJA MASJID
Mempersiapkan Generasi Penerus
bagi Peradaban Islam

Oleh: Dudi Akasyah 

Definisi
Remaja Masjid (RM) adalah nama unit yang berada di bawah naungan masjid yang mewadahi, membina, dan memfasilitasi para remaja atau generasi muda Muslim untuk mengadakan kegiatan syiar dalam rangka memakmurkan masjid dan sebagai penggemblengan para remaja atau generasi muda untuk menjadi para pemimpin dan panutan di masa yang akan datang. Remaja masjid merupakan istilah baku di Indonesia yang menggambarkan masjid yang bersinergi dengan generasi muda. Meskipun namanya remaja masjid, namun sebagai anggotanya tidak hanya berasal dari kalangan remaja, namun berasal dari pemuda/i dan generasi muda pada umumnya.
Masjid dan Remaja Masjid
Tidak afdhol rasanya jika suatu masjid tidak memiliki Remaja Masjid (RM). Masjid yang memiliki RM pertanda bahwa pengurus masjid peduli dan kreatif di dalam mempersiapkan generasi yang akan datang. Apabila suatu masjid tidak memiliki RM maka pertanda pengurus masjid belum berhasil di dalam mempersiapkan generasi muda muslim.
Oleh sebab itu, seyogyanya pengurus masjid mencari berbagai upaya untuk menarik minat generasi muda agar mau berpartisipasi dalam syiar di masjid.
Keberadaan remaja masjid akan memberikan banyak keuntungan, diantaranya:
·         Membantu kegiatan masjid/program masjid
·         Menjadi pembelajaran sosial kemasyarakatan bagi remaja yang bersangkutan. 
Di bawah ini adalah beberapa hal yang perlu diketahui oleh siapa saja yang menaruh minat di dalam pengembangan remaja masjid:
A. Pengurus
Bagi pengurus masjid, para remaja diibaratkan seperti anak-anaknya sendiri, menggiring mereka ke masjid melalui pendekatan persuasif, tema yang disesuaikan dengan kebutuhan remaja, serta program-program yang menarik minat anak-anak muda.
Kesabaran
Untuk rekrutmen remaja agar datang ke masjid maka modal utamanya adalah kesabaran. Sabar bermakna: tetap optimis, memaklumi, mengayomi, lemah lembut, dan terus menerus mengajak mereka datang ke masjid. Persis sama dengan orang tua yang menyuruh anaknya mengaji. Pengurus masjid merupakan pemimpin untuk jamaah sehingga dibutuhkan ekstra sabar atau lebih sabar daripada jamaah. Rekrutmen remaja masjid merupakan proses alamiah, bertahap, dan kontinyuitas.
Orang banyak yang kendur dan patah arang di dalam mengarahkan remaja agar ke masjid, akibatnya pembinaan RM menjadi terputus. Sekali lagi, dibutuhkan kesabaran untuk membina RM. Melalui kesabaran maka keinginan agar remaja berpartisipasi akan tercapai. Pembinaan remaja merupakan pembinaan yang tanpa putus, tak akan padam, dan selalu optimis di dalam mempersiapkan kader-kader dunia akhirat.
B. Remaja
Bagi remaja dan pemuda, kegiatan di remaja masjid merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat. Masjid merupakan pusat ibadah, pusat ilmu, dan pusat soisialisasi.
Melalui RM, kita akan masuk ke suati lingkungan dimana kita akan memperoleh power untuk ibadah.
1.  Bertambah ilmu dan Wawasan
2.  Remaja akan memperoleh banyak ilmu jika ia rajin ke masjid dan mengikuti berbagai kegiatan masjid. Di samping itu, RM juga dapat mempraktikan ilmu tersebut di lingkungan masjid dan jamaah masjid.
3.  Masjid merupakan tempat bertemunya/silaturahmi seluruh masyarakat dan para tokoh masyarakat, seperti para ulama, para ustadz, pejabat, teknokrat, para pengusaha, dan yang lainnya; pertemuan mereka terutama saat hari jumat, shalat ied, tabligh akbar, dan sebagainya.
Jika pemuda/remaja itu aktif di masjid maka ia akan berkumpul dengan orang-orang besar, Allah akan membukakan banyak pintu kebaikan dan pintu silaturahmi.
Melalui remaja masjid, kita akan belajar melayani jamaah/umat, interaksi dengan masyarakat, dan belajar peduli kepada umat, belajar bicara di depan umum/public speaking (menyampaikan pengumuman, pembawa acara, bertanya, dan diskusi), dan manfaat-manfaat lainnya.
Kreatifitas dan Tenaga Kita Sangat Dibutuhkan Masjid
Berapa banyak ide yang belum diwujudkan? Atau kreatifitas yang belum dimunculkan? Telah berapa sering kita menghambur-hamburkan tenaga padahal masjid sangat membutuhkan tenaga kita. Berapa banyak yang dibuang padahal masjid sangat membutuhkan eaktu kita. Sayidina Ali bin Abi Thalib menyatakan bahwa: “Jika ilmu sering diberikan maka ilmu akan semakin bertambah.” Hal ini sama dengan kratifitas, keterampilan atau tenaga. Apabila kita mempergunakannya untuk masjid maka skill kita akan semakin terasah; remaja yang sedang menuntut ilmu maka ia akan semakin dimudahkan di dalam menuntut ilmunya; remaja yang sekolah maka prestasinya semakin menanjak, dan pemuda yang sudah bekerja maka pekerjaannya/karirnya akan semakin bagus dan berkah.
Masjid Memanggil Kita
Masjid sangat membutuhkan anak muda. Jika kita dapat memakmurkan masjid maka masjid pun akan memberi banyak manfaat kepada kita. Di dunia masjid akan membimbing kita menuju keselamatan, dan di akhirat masjid akan memberi pembelaan (syafaat) agar para pemakmur masjid di masukkan ke dalam surga.
C. Keluarga
Ada seorang ayah, ia menggendong anaknya. Pakaian putranya: peci, koko, dan sarung dikenakan dengan rapi. Sang buah hati memeluk erat digendong ayah. Sesampainya di masjid, bocah mungil itu mengikuti gerakan shalat sang ayah. Ia tampak riang dan bahagia di dalam masjid. Tentu, ia ingin sesering mungkin diajak ayah pergi ke masjid.
Peran orang tua sangat penting di dalam me-motivasi remaja. Dorongan orang tua akan memberi pengaruh positif mendekatkan anak dengan masjid. Ada beberapa hal yang perlu disampaikan orang tua kepada anaknya supaya anak mau ke masjid:
(1) Mengajak tanpa bosan
(2) Orang tua memberi contoh untuk rajin ke masjid
(3) Memberikan apresiasi tatkala mau ke masjid, meskipun hanya sekedar ucapan "selamat."
Orang tua yang berhasil menggiring anak-anaknya ke masjid maka ia (orang tua) telah memberikan sumbangsih bagi kemaslahatan anaknya, teman-temannya, serta masa depan generasi muslim. Dengan demikian, antusiasme remaja untuk syiar di masjid tak lepas dari dukungan orang tua.
D. Masyarakat
Jamaah atau masyarakat perlu mendukung kepada para remaja untuk aktif di masjid. Bentuk dukungan, yakni berupa: Pemberian apresiasi (seperti ucapan selamat), mensupport, membesarkan hatinya, dan memaklumi keterbatasannya. Allah SWT berfirman bahwa "ucapan yang baik adalah sedekah." Memberikan support jauh lebih penting ketimbang mencela. Tak terbayang, jika remaja menerima celaan dari 100 orang maka berarti ia menerima 100 celaan maka hal itu akan memadamkan semangatnya. Alangkah bagusnya jika jamaah mensupport, maka jika ada seratus jamaah maka sang remaja menerima 100 support yang baginya sangat berharga untuk melangkah maju, Firman Allah: "Ucapan yang baik itu adalah sedekah."
Membina Remaja:
Investasi Masa Depan, Mewujudkan Generasi Muslim Yang Lebih Baik
Pembinaan RM merupakan bagian penting dari persiapan kita di dalam mempersiapkan generasi di masa yang akan datang. Suka duka di dalam membina remaja masjid merupakan suatu ilmu dan bekal pengalaman. Melalui upaya tersebut, kita memiliki harapan bahwa generasi mendatang harus lebih baik dari generasi sekarang.
Melalui pembinaan RM berarti kita telah menginvestasikan hal yang sangat berharga bagi anak-anak di masa yang akan datang.
Kita tidak ingin jika masa depan anak-anak menghadapi masa yang gelap(ataukah kita yang telah mentelantarkannya dan kita telah membuat jaman yang gelap untuk mereka). Kita bertanggung-jawab terhadap jaman esok yang akan dihuni oleh generasi mendatang sesudah kita.
"Jangan tinggalkan bekas buruk untuk generasi mendatang, namun tinggalkan contoh yang baik agar jaman mereka lebih baik. Dan bekas yang baik dari kita akan menjadi amal salih yang selalu mengalir menembus batas jaman dan peradaban"
Wallahu a'lam bish shawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar